Curug Cikumpay memiliki keindahan alam berupa air terjun yang meniti dinding batu. Membuatnya terlihat khas indah. Di sini pula kegiatan Canyoneering bisa dilakukan. Buat kamu yang ingin merasakan keindahan alam curug atau air terjun yang khas sangat pas nih ke Curug Cikumpay.
Saya dan anak sulung ikut rombongan touring sekolah ilalang ke Curug Cikumpay. Sabtu 23 Mei berangkat pukul 06.00 WIB agar di perjalanan masih nyaman tanpa panas. Ada beberapa keluarga yang ikut. Tapi memang hanya Ayah dan Anak. Acaranya khusus Ayah dan anak. Menjelang Hari Raya Idul Adha yang identik dengan Ayah dan Anak pula yaitu Nabi Ibrahim as dan Ismail as.
Dengan perlengkapan safety riding seperti helm, jaket, sepatu, dan lainnya kami segera gas menuju Curug Cikumpay. Rutenya bisa ditempuh selama sejam. Melewati GOR Ona, Polres Lebak, Kopi, Bendungan Karian, Sajira, dan Cikumpay. Sampai di Sajira jalannya mulus. Bahkan melewati jalan provinsi yang sangat nyaman.
Tapi setelah jembatan Sajira jalannya lumayan keriting. Rutenya tanjakan terjal dan turunan curam. Tapi masih bisa terkendali. Setelah sampai di pasar Ciminyak semakin ketemu jalan rusak. Rute semakin menantang ketika mau masuk ke daerah Cikumpay. Turunan sangat curam. Harus hati-hati di sini. Terlalu lama mengerem, kampas rem terasa panas, dan bau gosong. Ada pula motor yang mengalami rem blong lantaran terlalu panas.
Jalanan semakin sempit. Juga menantang karena ada bagian yang longsor. Pengunjung harus semakin hati-hati. Kalau sudah ketemu spanduk selamat datang itu pertanda sudah sampai. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di depan warung warga.
Harga Tiket Masuk
Harga tiket untuk menikmati Curug Cikumpay seharga Rp. 10.000. ada juga biaya parkir Rp. 5.000. kalau mobil mungkin Rp. 10.000 lah. Sedangkan guide-nya saya tidak dapat informasi berapa bayarnya. Kemarin sih diatur sama panitia atau fasil.
Perjalanan menuju Curug Cikumpay sekarang dengan jalan kaki. Melewati rumah warga, pematang sawah, hamparan padi, sedikit mendaki, trek naik, dan menyusuri sungai. Melewati beberapa warung warga. Ada 3 warung yang buka. Kami ditemani penunjuk jalan atau guide. Katanya kalau akhir pekan masih banyak warung yang buka. Kalau hari biasa mungkin semakin berkurang atau tutup semua. Ya kalau pengunjungnya sedikit mungkin pembeli juga sedikit.
Perjalanan tidak begitu lama. Hanya sekitar 15 menit saja. Lalu kita akan disuguhi pemandangan curug atau air terjun yang memukau. Aliran air terjunnya unik karena menerpa dinding atau tebing.
Canyooneering
Ada juga aktivitas yang sangat seru di Curug Cikumpay yaitu Canyoneering. Memang Curug Cikumpay menawarkan petualangan ekstrem dengan menyusuri air terjun setinggi 80 meter. Hm… sungguh menantang…
Biaya ini biasanya sudah mencakup perlengkapan keselamatan standar, guide profesional, dan meeting point (mepo) di basecamp lokal atau Stasiun Rangkasbitung.
Berapa harganya? Dari media sosial Canyoneering Curug Cikumpay, kisaran harganya Canyoneering adalah sebab berikut.
- Paket Dasar: Rp 350.000 – Rp 450.000 per pax
- Paket Lengkap/VIP: Rp 650.000 per pax
Fasilitas Umum yang Didapat:
- Perlengkapan rappelling & pengaman standar
- Pemandu lokal bersertifikat
- Tiket masuk kawasan wisata Curug Cikumpay
- Titik kumpul (Meeting Point) dari basecamp atau Stasiun Rangkasbitung
Untuk pemesanan tanggal dan melihat jadwal trip yang tersedia, kamu dapat langsung menghubungi kontak yang ada di media sosialnya ya.
Sesampainya di Curug Cikumpay kami beristirahat. Sambil menikmati pemandangan luar biasa curug Cikumpay. Udara segar dan dingin air terjun menerpa wajah. Beberapa orang mengeluarkan makanan, camilan, dan minuman. Ada yang mengeluarkan kompor. Memasak air untuk membuat kopi atau mi instan. Memang cocok di curug menyantap ini.
Sebagian besar anak-anak segera bermain ke Curug. Main air atau foto-foto. Ada juga cuma duduk saja sambil ngobrol. Fasil belum segera mengajak foto bareng. Setelah puas main saja baru foto bareng. Kebersamaan selama di curug harus maksimal dimanfaatkan. Beberapa bapak-bapak ngobrol serius tapi santai. Saat itu ada yang susur tebing atau canyoneering. Selama di sana pula digunakan untuk keakraban bareng anak. Ngobrol, makan bareng, atau main air. Memang itu yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu keakraban ayah dan anak. Kegiatan turing ke curug bisa meningkatkan bounding keduanya.
Setelah lama di curug, akhirnya kami pulang, kali ini masing-masing saja. Perjalanan kali ini banyak menanjaknya. Sehingga rem tidak lagi panas lantaran sering mengerem. Saya sempat berhenti di warung pinggir jalan. Cari minum sekadar mengusir ngantuk. Perjalanan lumayan jauh. Ngebut pun tak sampai-sampai. Sempat pula berhenti di bakso ruyuk untuk mengusir ngantuk lagi. Memang habis main curug itu juga menguras tenaga. Maka butuh diisi lagi.
Alhamdulillah, setelah sekian lama perjalanan, sampai di rumah. Belum sore betul. Jadi masih ada waktu untuk istirahat. Petualangan turing pakai motor yang seru ini sangat berkesan. Belasan tahun juga baru kali ini. Mudah-mudahan ada lagi. Hehe..