Silaturahmi penulis Indonesia yang dilakukan secara daring pada Sabtu, 23 Desember 2023 menghadirkan banyak penulis keren seperti Asma Nadia, Cahyadi Takariawan, Afifah Afra, dan lainnya.

Saya sempat merekam beberapa kalimat dari penulis di sana. Salah satu yang membekas adalah kalimat motivasi dari Mbak Asma Nadia. Banyak ilmu tentang menulis yang beliau sampaikan. Ini beberapa yang saya tangkap.

Mbak Asma mengatakan sesuatu hal yang sangat relate  atau aku banget, deh. Jadi, kata Mbak Asma, menulis itu berjuang menulis itu berjuang. Dan kata perjuangan itu tidak pernah ada kata berhenti. Perjuangan itu tidak pernah ada kata lelah.

Ketika sebuah buku selesai, satu perjuangan selesai. Tetapi saatnya memulai perjuangan yang lain. Jadi luruskan niat bahwa menulis itu berjuang.

Apa yang kita perjuangkan? Saat ini kita membutuhkan banyak sekali sekali narasi-narasi hidup. Sosial media yang ujung tombaknya. Kalau bukan penulis yang sebetulnya paling piawai terkait itu. Tentu saja saat menulis wawasan diperlukan. Mudah-mudahan wawasan kita ya terkait kebaikan selalu kita perbarui dan selalu kita update.

Termasuk meluruskan distorsi-distorsi terkait Islam. Yang perlu kita luruskan itu banyak jejak sejarah yang disembunyikan. Kalau ada yang salah dan kita tahu bahwa itu salah maka berani kita menuliskannya.

Mudah-mudahan tidak kehilangan semangat bahwa satu menulis itu berjuang. Dan banyak hal yang termasuk salah satu yang menurut saya insyaallah Kita beruntung.

Sebagai umat Islam kita tahu begitu banyak kebaikan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang kita cintai. Bahkan musuh pun mengakui kebaikan Rasulullah. Ayo kita gali dan mengabarkan kebaikan-kebaikan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam dalam buku-buku kita. Yang novelis bisa diangkat sebagai karakter dalam novelnya.

Saat pandemi ada sekitar 100 mungkin sampai 150 toko buku yang tutup. Maka ini adalah perjuangan bagi penulis luar biasa.

Mungkin ada juga tujuan menulis adalah untuk mencari materi. Itu tidak salah. Kalau bisa niatkan menulis untuk dakwah. Menulis untuk menyebarkan kebaikan. Seandainya kita kerjakan menulis ini dengan ikhlas maka mudah-mudahan tulisan itu bisa menjadi mesin yang terus mengalirkan kebaikan.

Ketika ada orang termotivasi dari tulisan kita maka bisa dibilang tulisan umurnya lebih panjang dari penulisnya. Sebuah tulisan bisa tetap hidup dalam diskusi-diskusi, bisa menjadi skripsi, bisa menjadi bahasan tesis, disertasi, dan lain-lain.

Sebuah tulisan jika dia kita niatkan sebagai bentuk investasi kita kepada Allah kita akan memperoleh pahala dari Allah. Maka ketika umur penulisnya selesai, mudah-mudahan tulisannya tetap bisa mengalirkan royalti bukan cuma royalti di dunia tetapi royalti akhirat. Dan penulis ini sebetulnya kerja yang keren karena tidak semua profesi memiliki nilai investasi akhirat. Apa kriteria penulis yang ikhlas?

Pertama, indikator seorang penulisnya yang ikhlas adalah ketika dipuji dia enggak akan terbang, Ketika kita menulis pun kita menulis untuk mengejar atau investasi akhirat. Itu sebuah perniagaan kita dengan Allah. Padahal modalnya juga dari Allah. Sebab idenya juga kan dari Allah yang memberikannya.

 

Kedua, indikator kedua adalah dia tidak akan merasa tersinggung kalau tulisan dikritik. Kenapa? Karena tulisan kita bukan kitab suci. Tulisan cuma produknya hamba Allah. Cuma produk seorang makhluk. Dan makhluk itu sangat erat dengan lalai, sangat erat dengan khilafan. Jadi tidak perlu merasa tersinggung dan tidak perlu merasa sakit hati.

Tiga minggu lalu saya mewawancarai penulis yang menulis di aplikasi KBM. Dia menulis karena punya utang. Saat pandemi biar terlibat hutang ratusan juta. Dia bingung. Pada saat itu cari pekerjaan juga susah. Kan banyak yang di PHK gitu.

Akhirnya dia coba menulis, bersama suaminya, di aplikasi kbm. Ringkasnya dia pernah berpenghasilan Rp. 16 juta satu hari. Jadi aplikasi membayar Rp. 16 juta sehari. Beberapa hari kemudian rekor itu dipecahkan oleh mereka sendiri. Rekornya jadi Rp. 17 juta per hari.

Saya pernah berbincang dengan pimpinan rumah produksi MD, dia bilang bahwa salah satu kunci film box office sama dengan salah satu kunci buku best seller adalah ketika kita mengerjakan sesuatu yang relate dengan kehidupan masyarakat banyak.

Ayo kita perbaiki niat kita agar kita luruskan niat kita. Ayo kita benar-benar bersungguh-sungguh berharap bahwa kita menulis adalah karena Allah. Mudah-mudahan tulisan-tulisan kita membuat Allah semakin ridho sama kita, mudah-mudahan tulisan kita bisa menjadi investasi yang tidak hanya menghasilkan titik royalti dunia tetapi juga royalti yang akan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Scroll to Top