Menikmati Curug Leuwi Bumi Pandeglang, Surga Yang Tersembunyi

Musim liburan sekolah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata. Kelihatan di berbagai media sosial orang-orang memposting tentang keseruannya liburan. Tak hanya mengisi kekosongan liburan tetapi berwisata memiliki banyak manfaatnya. 

Mungkin selama ini terlalu disibukkan dengan urusan pekerjaan yang membuat lelah dan banyak pikiran. Sehingga kita membutuhkan momen baru untuk penyegaran atau refreshing. Nah wisata itulah bisa digunakan untuk penyegaran menghilangkan kepenatan dan mengembalikan energi agar lebih semangat kembali bekerja. 

Hal ini karena saat berwisata kita melupakan pekerjaan sehingga pikiran kita tidak melulu memikirkan pekerjaan.  Kita juga menikmati sajian di lokasi wisata yang membuat kita merasa bahagia sehingga memunculkan energi untuk melakukan kegiatan rutinitas. Ya misalnya kita tersenyum, tertawa, bahkan tertawa lepas. 

Pada liburan kali ini keluarga saya liburan ke Curug Leuwi Bumi Pandeglang Provinsi Banten. Awalnya saya mengunjungi akun media sosial Curug Leuwi di Instagram di sana terlihat view yang sangat menarik dan membuat keluarga kami tertarik ke sana. Padahal rencana awal kami mau menggunakan taksi online untuk menghemat biaya dan mendapatkan kenyamanan di jalan. Tapi batal karena map di aplikasi taksi online tidak bisa memunculkan tujuan kami yaitu Curug Leuwi bumi. 

Saya menyiapkan rencana cadangan yaitu menggunakan mobil sekolah. Kalau tidak sedang digunakan guru boleh meminjam mobil sekolah bahkan untuk urusan pribadi atau keluarga. Dengan catatan yaitu tadi tidak sedang dipakai oleh sekolah.

Sambil menunggu kepastian mobil sekolah istri saya punya usul untuk mengajak keluarga lain dari sekolah ilalang, sekolah anak-anak kami. Kami bertanya lewat grup WhatsApp orang tua sekolah ilalang. Dan ternyata ada satu keluarga yang menyambut yaitu keluarga akar. Ternyata keluarga akar sudah punya rencana ke Curug Leuwi bumi tapi menunggu waktu yang tepat. Sehingga gayung pun bersambut keluarga saya keluarga penerbang berangkat bareng dengan keluarga akar dengan menggunakan motor. 

Saya membonceng adik Firaz (6 tahun), dan bawa seekor kucing bernama Leon. Istri saya membonceng Mas Jundi (9 tahun). Masing-masing membawa tas dan peralatan camping. 

Rute Menuju Curug Leuwi Bumi

Perjalanan dimulai dari alun-alun Rangkasbitung menuju Pandeglang sekitar setengah jam. Dilanjutkan melewati Jalan Pandeglang Mandalawangi sekitar setengah jam juga. Kemudian kita akan melewati jalan yang agak rusak dan curam selama sejam lamanya. Tapi tidak rusaknya terus-menerus karena kadang diselingi jalan bagus berupa jalan cor. Tapi yang namanya wisata alam tentu tantangannya akses jalan.

Sangat disarankan ke sana menggunakan motor agar lebih leluasa. Bisa saja sih menggunakan kendaraan roda empat karena saat kami ke sana ada beberapa kendaraan roda empat yang hampir mencapai lokasi. Ada mobil Pajero, Avanza, dan APV yang bisa melewati beberapa ruas jalan yang curam.

Namun, kita tetap tidak bisa sampai ke parkiran motor karena akses jalannya setapak. Maka, pengunjung yang mengunakan kendaraan roda empat harus menitipkan mobilnya, dilanjutkan menggunakan ojek. Ongkosnya murah kok. Hanya Rp. 20.000 saja sampai parkiran motor. Berikutnya kita harus melewati menempuh perjalanan setapak menurun yang curam menuju lokasi curug Leuwi bumi. Setelah 5 menit berjalan kita akan sampai di lokasi curug Leuwi bumi.

Kalau kita camping di Curug Leuwi bumi ada beberapa lokasi camping yang bisa kita pilih. Awalnya saya keluarga saya memilih river side area. Kalau tidak salah berada di samping atau dekat sungai. Kemudian kami berganti pilihan menjadi river set deck area yang lokasinya benar-benar di atas sungai. Jadi kalau mau mandi tinggal melangkah aja bahkan bisa nyemplung dari depan tenda. 

 

Fasilitas yang diberikan di area ini adalah tenda sudah dipasangkan, ada bantal, selimut, alas, meja, jemuran, tenda ini muat untuk satu keluarga kami yang berkapasitas 4 orang. 

Ada mushola dan kamar mandi di belakang tenda sekitar 10 meter jaraknya sehingga tidak terlalu jauh lah. 

Fasilitas tempat bermain di Curug Leuwi bumi ada beberapa fasilitas yaitu tempat berenang sekitar 20 meter, tempat bermain air di luar area berenang, bisa loncat dari jembatan panser dengan ketinggian sekitar 4 meter. Bagian bawahnya dalam sehingga tidak takut untuk terjun dari jembatan ini. Ada juga fasilitas aula yang bisa disewa 250.000/4 jam.  

Pengelola Curug Leuwi bumi juga menyediakan turbing, tetapi minimal 8 orang untuk menggunakan paket ini. Kalau tidak salah seharga 60 hingga 80.000 per orang dengan fasilitas 3 orang pemandu wisata. 

 

Curug Leuwi Bumi pernah meraih Penghargaan juara 3 lomba wisata digital Provinsi Banten tahun 2022. Pembaca bisa mendapatkan informasi tentang Curug Leuwi bumi di Instagram official mereka.  Curug Leuwi Bumi memiliki pemandangan yang sangat indah, pas sekali buat kamu yang suka berburu foto keren agar feed media sosial makin aesthetic. Seperti kemarin itu, banyak nian anak-anak muda berfoto atau mengambil video di sana. Mungkin content creator.

 

Sebelum berangkat kami sudah memberitahu anak-anak kalau mau camping tentu saja mereka senang sekali.  Ye, camping! Seru pasti.  H-1 anak-anak sudah tak sabar malamnya bahkan adik beras menyiapkan pakaian sendiri tanpa dibantu oleh mas Jundi atau  orang tuanya. Awalnya memang mau menggunakan mobil. Anak-anak senang sekali karena bisa santai di dalam mobil.  Maka, saat mau ganti jadi pakai motor, kami ngasih pengertian juga ke mereka. Kami katakan aksesnya susah. Sehingga tidak memungkinkan menggunakan mobil ini pun dari informasi ayahnya Sakhi.

Kami juga kasih tahu kalau nanti berangkat dengan keluarga Sakhi. Karena ada temannya anak-anak pun senang. Rencananya kami berangkat jam 06.00. namun karena mempersiapkan beberapa hal akhirnya kami berangkat jam 07.00. Kami melajukan kendaraan dengan santai. Paling kecepatan 40 KM per jam. Benar-benar santai. Bahkan beberapa kali berhenti misalnya di pinggir jalan untuk istirahat, mengisi bahan bakar di SPBU, atau beli camilan di warung. 

Menjelang sampai di lokasi kondisi jalan semakin terjal atau curam. Bahkan di beberapa titik harus didorong. Ya wajar kalau ibu-ibu. Tapi kalau buat bapak-bapak mah tidak ada rute yang jadi kendala atau benar-benar curam atau terjal. Pokoknya bisa dilewatin dengan mudah sih. 

Banyak hal yang bisa dilakukan di Curug Leuwi bumi mulai dari berenang, menikmati air terjun atau Curug, terjun dari jembatan panser, mainan air, turbing, dan lainnya. Menu makanan dan minuman di Curug Leuwi bumi sangat beragam. Mulai dari makanan berat seperti nasi goreng, nasi plus daging ayam, mie rebus atau goreng, dan lainnya. Ada juga cemilan seperti pisang goreng, singkong goreng atau singkong, bakwan, dan lainnya. Ada juga kelapa muda dengan harga yang terjangkau untuk ukuran kawasan wisata yaitu Rp 10.000 per buah. Nggak bisa menikmati kelapa muda dengan pemandangan air terjun di depan kita. 

Melaksanakan Raker Keluarga

Jadi sebetulnya liburan kemarin bukan hanya liburan saja tetapi kami melaksanakan raker atau rapat kerja keluarga. Intinya sih karakter ini merancang kegiatan yang akan dilakukan tahun depan. Raker ini melibatkan orang tua dan anak. Terutama menyiapkan kegiatan untuk anak agar memunculkan fitrah mereka. Berada di komunitas sekolah Ilalang kami disadarkan pentingnya melaksanakan raker. Beberapa waktu lalu sudah melakukan raker tapi mungkin perlu ada pembaruan karena kondisi yang bisa berubah. 

Di Curug Leuwi bumi itu kami melakukan raker walaupun beberapa kali tertunda karena beberapa hal. Raker pertama tidak berlangsung lama karena hujan turun saat kami sedang melaksanakan raker. Maka raker kami tunda. Raker kedua kami laksanakan dengan mengacu pada rapor pendidikan anak-anak. Ada perbedaan penilaian antara orang tua dengan sekolah. Untuk memperbaiki pikiran anak maka kami menggunakan rapor orang tua, rapor kami, yang memandang beberapa hal perlu ada perbaikan. Mungkin raker yang kami laksanakan belum maksimal tetapi kami bersyukur bisa melaksanakan raker dengan hasil yang tercapai.

Anak-anak sangat menikmati berenang. Mereka aman berenang di sana karena menggunakan pelampung. Jadi walaupun tidak bisa berenang mereka akan tetap bisa bermain di air termasuk lokasi yang dalam tetapi harus tetap dalam pengawasan orang dewasa. 

 

Harga Tiket Masuk dan Cara Memesannya

Harga tiket masuk ke Curug Leuwi Bumi sangat terjangkau. Setiap pengunjung hanya dikenakan harga tiket Rp. 15.000 saja. Parkir motor Rp. 10.000. Ojek motor dari parkir hingga lokasi camping Rp. 15.000. Setelah itu tinggal disesuaikan dengan paket yang dipilih.

 
Untuk memesan tiketnya kita cukup menghubungi lewat kontak WhatsApp yang tersedia di akun instagramnya. Setelah itu kita diminta transfer ke nomor rekening yang diberikan. Lalu berikan bukti transfer ke nomor pengelola tadi. Sudah, beres. Mudah, kan?

Rekomendasi Saat Berkunjung Ke Curug Leuwi Bumi

Fasilitas berenang di Leuwi Bumi akan lebih maksimal kalau cuaca terang. Airnya jernih dan terlihat
biru. Sehingga enak untuk berenang baik sendiri maupun bersama keluarga. Sebaliknya kalau sedang hujan maka fasilitas berenang agak kotor karena hanyutan air hujan dan tanah. Tempat berenang pun berwarna kecoklatan. Kadang ada benda-benda yang  hanyut seperti buah kelapa atau sampah berupa daun atau kayu kering. 

Sebelum ke sana perlu menanyakan ke pengelola melewati kontak person apakah ada promo atau tidak.
Sehingga kita bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Kalau saja ada potongan harga hingga Rp 100.000 kan lumayan ya. 

Karena lokasinya sangat pelosok di sana minim sinyal, hanya ada sinyal Telkomsel saja. Selain itu tidak ada sinyal. Tidak harus semua bahwa nomor Telkomsel tetapi bisa salah satu saja. Nanti di sana bisa berbagi sinyal dengan cara share hotspot. Sayapun kemarin begitu, minta teathring dari istri. 

Scroll to Top