Pilih Laman

Masa kecil banyak membekaskan kenangan. Masa-masa yang bahagia dengan bermain, belum ada beban hidup, atau kewajiban-kewajiban lain. Ketika sudah jadi orang tua, masa-masa itu sering dirindukan.

Untuk mengenang kembali masa kecil itu, para ibu di sekolah Ilalang mengadakan kegiatan seru Mengenang Masa Kecil Dengan Permainan Tradisional. Ada dua  permainan yaitu bebentengan dan injak bola.

Lomba ini dilakukan di tempat yang nyaman. Tempat di taman hutan kota yang berada di kawasan stadion GOR Ona, begitu masyarakat biasa menyebutnya. Adem dan pindah serta banyak oksigen karena banyak pepohonan. Enak buat lesehan atau sekadar duduk-duduk. Kegiatan ini dieksekusi oleh Forum Lingkar Bunda sebagai komunitas ibu-ibu di sekolah ilalang, sekolah alam di daerah Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Peserta khusus ibu-ibu. Supaya memberikan refreshing juga dari kesibukan rutinitas. Karena konsepnya lomba pasti ada yang senang dan semangat untuk melakukannya.

Kebayang kan ya ibu-ibu yang sudah punya tiga sampai empat anak kejar-kejaran, injak menginjak balon untuk menang. Sebelum lomba dimulai sudah banyak balon yang pecah. Seru suaranya. Meskipun kelihatannya mudah, memecahkan balon lawan, ternyata nggak mudah juga sebab lawan pasti menghindar dan nggak sudi balonnya petus. Cukup lama permainan berlangsung. Bahkan ada yang balonnya sudah meletus, tetap saja ikut main, padahal kan nggak boleh ikut lagi ya.

Balon dipasang di kaki. Sekarang tugas yg untuk menambah ada dua. Mempetuskan balon lawan, sekaligus menghindar balonnya dipetus.

“Ini hiburan murah tapi bikin bahagia.”

Main bebentengan yang lumayan unik sebab kadang di 17 an tidak ada. Ini jadi pengalaman yang sudah lama tidak dilakukan. Mungkin belasan hingga puluhan tahunan.

“Lupa-lupa sama peraturannya. Untungnya dijelaskan sedikit oleh panitia. Tapi yang penting main, ngejar lawan, dan dapatkan tawanan.”

Berat badan tak menghalangi untuk semangat mengejar dan mengelak dari kejaran. Pakaian yang longgar hingga jilbab bukan alasan untuk bergerak lincah selincah burung merpati menukik tajam di udara.

Ada yang mulai maju. Dikejar lawan, balik lagi ke benteng, digantikan temannya. Lawan pun balik kandang. Ganti temannya yang dalam posisi menang.

Saling serunya ada yang jatuh bergedebam.

“Gak seimbang, mau balik badan, kaki malah Nilep. mau Bagun lagi keburu dikenain. Yawdahlah milih aman,  andeprok.  Rumawos..  “

Permainan tradisional ini meninggalkan kesan yang mendalam. Nostalgia permainan masa dulu kala jadi pengobat rasa kangen masa kecil. Walaupun sebentar tapi lumayan menghasilkan kebahagiaan.

Alhamdulillah walaupun kaki ngajiklek hati ttp bahagia…   Haturnuhun ibu2 semua…dan bapak2 semua

Terima kasih bunda Ilalang semuanya… atas serunya, main bareng mengenal masa kecil… semuanya melebur… heboh bae lah…

Yang main memang ibu-ibu. Bagaimana dengan bapak-bapaknya? Bapak-bapak ikut mengantar. Mereka bawa anak-anak. Bapak-bapak jadi ngasuh saat itu. Mereka melihat yang bertanding dengan seru. Anak-anak berjualan. Ada es mambo, buras, es teller, corn dog, dan lainnya.

Tak hanya bermain, acaranya ada bakso party. Makan bersama dengan menu bakso. Lengkap dengan kerupuknya. Huh hah huh hah makannya karena panas dan pedas. Setelah kenyang makan bakso, ada penutup berupa rujak party. Sebenarnya sudah kenyang tapi masih pengen juga lihat sambal dan buah di piring atau baskom yang disediakan. Acara ditutup dengan pembagian hadiah untuk juara lomba. Menang dan kalah itu biasa. Hadiah cuma bonusnya. Utamanya dari kegiatan ini adalah mempererat silaturrahmi antar orang tua. Menambah teman dan saudara. Nanti bisa dilanjutkan dengan saling berkunjung dan ngobrol lebih mendalam.

Kegiatannya bisa lebih variatif. Ini memberikan pengalaman dan kenangan buat ibu-ibu yang banyak manfaatnya mulai dari refreshing dari kerjaan rumah atau kantor bahkan olahraga karena pas main tadi banyak yang berkeringat dan bergerak. Setuju ya ..