Hari-hari ini hujan terus. Bahkan sepanjang hari dari pagi sampai sore atau malam. Akibatnya, rumah bocor. Air merembes dari sela-sela genteng, dinding basah, lantai tergenang air. Keluarga kami repot mengelap lagi mengelap lagi. Bahaya kalau genangan semakin besar. Bahaya karena bisa terpeleset atau jatuh. Saya semakin khawatir begitu hujan turun.
Ah, baru bocor rumah saja saya begitu khawatir. Resah dan cemas. Lalu bagaimana dengan yang mengalami banjir di Sumatra? Padahal, apa yang saya rasakan belum ada apa-apanya dibanding dengan masyarakat di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Bayangkan dengan musibah yang mereka alami. Ada yang puluhan ternaknya mati. Rumahnya tertimbun lumpur. Motor dan mobilnya hanyut dan hancur. Serta berbagai dampak dan kerusakan lainnya.
Korban meninggal pun tidak sedikit. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia karena bencana banjir dan longsor di Sumatra sedikitnya 1.059 orang (data Kamis 18 Desember 2025). Bencana alam di Sumatera juga berdampak pada 3,3 juta orang.
Kebayang sedihnya keluarga yang ditinggalkan. Kebayang mereka mau tinggal di mana lantaran rumahnya rusak bahkan hilang. Apalagi mereka yang berada di daerah sulit dijangkau. Makanan, minuman, dan kebutuhan pokok sulit didapat. Bantuan apapun pasti berharga buat mereka.
Begitu besar kerugian akibat banjir itu. Lembaga kajian ekonomi dan hukum Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan kerugian ekonomi akibat banjir bandang dan tanah longsor di 3 provinsi Sumatra dalam skala ekonomi nasional mencapai Rp 68,67 triliun.
Sebisa mungkin kita bantu mereka. Berikan bantuan untuk penyintas banjir di Sumatra. Sekarang ini memang sudah banyak yang membantu. Terbuka rasa empati dengan berdonasi. Ada yang jutaan, ratusan juta, bahkan terkumpul miliaran rupiah. Ada anak Papua yang memberikan tabungannya. Luar biasa empatinya padahal dia mungkin juga membutuhkan. Membantu penyintas banjir adalah bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan.
Mereka mungkin tegar dan kuat. Namun, bantuan kita akan lebih menguatkan mereka. Mereka tidak sendiri. Ada kita juga yang ikut merasakan kepedihan dan kesedihan itu.
Apa yang bisa didonasikan?
Bisa uang, makanan, minuman, dan bantuan lainnya. Di tengah kebutuhan yang semakin mendesak, bantuan jenis apa pun sangat berarti bagi mereka. Kita yang punya rezeki berlebih sangat dianjurkan untuk berdonasi. Namun, tidak harus menunggu rezeki berlebih juga untuk menunjukkan kepedulian kita kepada mereka.
Bersedekah atau memberi bantuan pada saat sulit itu besar pahalanya. Bahkan pahala berlipat ganda.
Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Di saat kita tengah menghadapi liburan sekolah atau perayaan tahun baru justru mereka masih berkutat dengan musibah. Jangankan memikirkan liburan, kondisi lebih baik saja belum tentu mereka bisa rasakan. Lebih-lebih hujan terus menerus turun. Bahaya bisa datang sewaktu-waktu.
Tentu kita yang saat ini jauh dari lokasi bisa memberikan bantuan melalui Dompet Dhuafa. Jarak jauh bukan halangan untuk peduli. Mereka sangat menanti uluran tangan kita. Hingga sekarang ada yang kekurangan makanan, ada yang belum menyala lagi listriknya. Itu termasuk kebutuhan yang sangat mendesak. kita kalau sejam dua jam mati listrik sudah membuat aktivitas kita terganggu. Bayangkan jika kondisi itu harus dirasakan terus-menerus oleh korban banjir.
Banyak keutamaan membantu orang lain. Seperti sabda Rasulullah ﷺ:
“Barang siapa meringankan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan kesulitannya di hari kiamat.” (HR. Muslim)
Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk menyediakan makanan, obat-obatan, perlengkapan darurat, serta membantu pemulihan pasca-banjir. Yuk, tunaikan Zakat Akhir Tahun kita agar menjadi jalan kebaikan menolong saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan.
Dompet Dhuafa telah berpengalaman dalam penanganan bencana dan pendampingan masyarakat terdampak. Melalui lembaga ini, donasi dan zakat kita akan disalurkan secara profesional dan transparan kepada para penyintas banjir di Sumatera. #SalingMembantu untuk musibah banjir di Sumatera. Hampir sebulan musibah itu terjadi masyarakat di sana masih membutuhkan kepedulian kita. #SalingMembantu sempatkan peduli untuk kemanusiaan di Sumatera.
Sahabat, membantu penyintas banjir juga tentang kemanusiaan, termasuk bentuk ketaatan kepada ajaran agama. Yuk, berdonasi sekarang juga. Semoga Zakat untuk Korban Bencana menjadi amal jariyah, membersihkan harta, serta menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan musibah banjir.