Bungaran Eka Suryadi yang akrab disapa Bung Yadi mampu membuktikan bahwa mimpi besar tak selalu dimulai dari lahan luas atau modal besar. Dulunya fokus di dunia IT, kemudian Bung Yadi memilih pensiun dini. Lalu membangun Ayodha Farm, berkonsep Mini Food Estate di tengah padatnya Kota Tangerang.
Ayodha Farm menggunakan pendekatan modern seperti hidroponik, pakan mandiri, dan manajemen efisien. Produksinya adalah selada, bebek petelur, melon hidroponik, nila, hingga lobster air tawar.
Dengan filosofi tawakal dan ikhtiar yang benar, Bung Yadi merangkai mimpi sederhana yaitu menciptakan ketahanan pangan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Dari lahan terbatas di bawah SUTET, ia berhasil membuktikan bahwa pertanian modern bisa sukses bahkan di tengah kota. Kisah ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang keberkahan hidup, bagaimana doa, usaha, dan keyakinan kepada Allah membuka pintu rezeki yang tak disangka-sangka.
Ayodha Farm adalah agrowisata edukasi dan mini food estate yang berlokasi di pusat Kota Tangerang. Tempat ini menawarkan pengalaman belajar langsung mengenai pertanian, peternakan, dan perikanan, serta menjual produk segar di lokasi.
Ayodha Farm dirancang sebagai destinasi rekreasi keluarga dan kegiatan edukasi sekolah yang terintegrasi, dengan beragam aktivitas dan fasilitas:
Pertanian Hidroponik: Belajar budidaya sayuran hijau (kangkung, bayam, selada air) dan buah-buahan seperti melon dan semangka di dalam greenhouse.
Peternakan: Melihat langsung peternakan ayam dan bebek, serta berkesempatan memanen telur segar.
Perikanan: Mengamati budidaya ikan nila dan lobster air tawar.
Belanja Produk Segar: Pengunjung dapat membeli hasil panen segar langsung di lokasi.
Tempat ini sangat cocok untuk mereka yang ingin belajar konsep kemandirian pangan dan pertanian perkotaan. Alamat: Gg. H. Udin, RT.005/RW.005, Poris Plawad Utara, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Ayodha Farm dibuka pada Senin sampai Kamis pukul 07:30–17:00 WIB. Sementara, kalau Jumat, Sabtu, dan Minggu itu libur atau tutup.
Dulunya Bung Yadi pernah mengalami kehidupan yang sulit secara finansial sampai mengalami kebangkrutan dan hutang, bahkan sempat tidak rajin salat selama beberapa waktu.
Bung Yadi menyebutkan bahwa memperbaiki salat dan hubungan dengan Allah menjadi titik balik kehidupannya. Dengan istiqomah dalam salat dan berdoa, ia mulai melihat perubahan positif dalam hidup.
Selain memperbaiki ibadah, ia memulai usaha sambil terus berikhtiar. Usaha yang ditekuni diawali dari jualan sederhana sampai berkembang lebih besar. Ia menekankan pentingnya ikhtiar + tawakal sebagai kunci menuju kesuksesan.
Dari kisah Ayodha Farm ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa iman dan doa memperbaiki kehidupan. Usaha dan kerja keras harus seimbang. Kesuksesan merupakan kombinasi antara doa, usaha, dan pola hidup disiplin akhirnya membawa keberkahan dan rezeki.