Pengalaman magang anak di UMKM sejak dini menjadi pembelajaran berharga yang tidak selalu didapatkan di bangku sekolah. Sebagai seorang ayah yang memiliki anak usia sekolah dasar saya ingin berbagi cerita nyata tentang bagaimana kegiatan magang di UMKM mampu membentuk karakter, tanggung jawab, dan cara pandang anak terhadap dunia kerja.
Alasan Mengizinkan Anak Magang
Banyak orang tua ragu ketika anak usia belasan atau sekolah dasar mulai dikenalkan dengan dunia kerja. Bahkan saya pernah diprotes seorang bapak,
“Sekolahnya kok nyuruh anak kecil kerja. Itu sudah melanggar undang-undang. Mempekerjakan anak kecil. Protes saja, Pak. Bapak kan guru. Tahu masalah itu.”
Walah, justru anak saya magang atas izin atau usulan saya juga. Di bulan ini sewaktu liburan sekolah anak saya magang di Rasa Warga (RW) Chicken. Jarak dari rumah sekitar 4 km. Dia berangkat saya antar. Jam 8 berangkatnya. Hari pertama saya jemput jam 11.30 WIB. Hari kedua dijemput jam 10.00. Hari ketiga pindah outlet lebih dekat rumah. Pulangnya dia sendirian jalan kaki.
Mengapa saya mengizinkan?
Sebab magang tentang bekerja keras, melainkan belajar nilai kehidupan. Belajar kedisiplinan misalnya berangkat kerja jam berapa pulangnya berapa. Mungkin dia capek, lelah, dan ngantuk. Tapi di sanalah dia harus belajar untuk bekalnya di masa depan. Saya sepakat ini dengan istri. Dan ini bukan pertama kali anak saya magang. Sudah empat kali.
Magang pertama di tempat produksi makanan tradisional seperti jojorong, kue cincin, dan lainnya. magang kedua di es teh Jumbo. Magang ketiga di es kristal. Magang keempat di chicken RW ini.
Aktivitas Magang Anak di UMKM
Kalau mau melatih anak punya mental pengusaha memang bagusnya dilakukan sejak awal. Ya lewat magang itulah. Berbagai kegiatan di magang akan bermanfaat di kehidupannya kelak. Saat dia jadi pengusaha atau bukan aktivitas magang memberikan banyak bekal bagi kehidupannya. Memangnya apa saja kegiatan selama magang?
Selama magang, anak saya melakukan aktivitas ringan dan sesuai usianya, seperti:
Membantu merapikan barang dagangan
Melakukan proses produksi berupa menggoreng ayam, membuat adonan, dan lainnya
Melayani pembeli dengan sopan
Mengamati proses produksi
Belajar menghitung sederhana dari transaksi
Manfaat Magang di UMKM bagi Anak
Magang anak di UMKM memberikan banyak manfaat positif, di antaranya:
- Belajar Menghargai Uang
Anak menyadari bahwa uang diperoleh melalui usaha, bukan datang begitu saja. Dia juga bisa merasakan bagaimana orang tuanya susah mencari uang. Sehingga, kalau dia punya uang, tidak mudah jajan atau membuang-buangnya.
- Melatih Etika dan Sikap
Anak belajar menyapa pelanggan, bersikap sopan, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Saat magang dia bersikap sopan kepada pelanggan. Mudah-mudahan itu jadi karakternya. Dia lakukan di mana pun dia berada. Bukan hanya saat magang.
- Menumbuhkan Jiwa Mandiri
Pengalaman ini membantu anak lebih percaya diri dan tidak bergantung sepenuhnya pada orang tua. Magang memberikan pengalaman menjalankan usaha. Itu bisa jadi pengalamannya kalau membuka usaha sendiri.
- Mengenal Dunia Kerja Sejak Dini
Anak memiliki gambaran awal tentang dunia kerja dan wirausaha. Dia tahu cara produksi, pelayanan, penjualan, hitungan laba rugi, dan lainnya.
Peran Orang Tua dalam Magang Anak
Peran Orang Tua dalam Magang Anak
Apa saja sih peran orang tua ketika anak magang? Kami menawari dulu anak mau magang atau tidak. Menawarkan beberapa pilihan tempat magang. Tentang lokasinya dekat atau jauh, kegiatannya apa saja, dan lainnya. Anak bisa menyerahkan pilihan magang kepada orang tuanya atau memilih sendiri.
Sebagai orang tua, peran utama adalah mendampingi, mengawasi, dan memastikan anak tetap nyaman serta aman. Magang di UMKM sebaiknya bersifat edukatif, menyenangkan, dan tidak memberatkan. Komunikasi antara orang tua dan pemilik UMKM juga penting agar kegiatan berjalan sesuai tujuan pembelajaran. Komunikasi ke pemilik usaha dilakukan oleh orang tua. Bisa dengan menghubungi via WhatsApp, telpon, atau lainnya. kalau sudah diizinkan, bisa melakukan survei lokasi. Kalau sudah cocok tinggal menyepakati jadwal magang.
Kesimpulan
Pengalaman magang anak di UMKM sejak kecil memberikan banyak manfaat bagi anak. Banyak dampak positif bagi pembentukan karakter. Anak belajar menghargai proses, tanggung jawab, dan usaha orang lain. Dia memang dibenturkan pada kesulitan atau kesusahan tapi dari sanalah dia belajar menghadapi kehidupan. Bukankah dalam kehidupan akan banyak kesulitan yang akan dihadapi? Akan banyak tantangan yang harus diselesaikan? Magang berlatih semua itu.
Jangan berpikir anak tidak perlu diajarkan bertemu kesulitan. Ada lho kesalahan pikir orang tua beguini?
“Biarlah orang tua yang susah. Anak jangan. Biarlah orang tua yang menderita, anak jangan.” Sekilas memang benar. Tapi namanya hidup siap yang bisa menjamin tidak ada kesusahan atau menderita. Kalau pas besar baru ketemu kesusahan atau tantangan bukankah malah bahaya karena tidak terbiasa?
Yuk, jangan ragu buat memagangkan anak. Sesuaikan saja dengan umurnya. Kalau masih awalan cari tempat magang yang tidak berat. Bertahap magangnya. Kalau terlalu mudah nanti tidak ada tantangannya. Kalau terlalu sulit bisa nggak mau magang lagi.